12 Syarat Menjadi Seorang Pemimpin

12 Syarat Menjadi Seorang Pemimpin




1. Memiliki kondisi fisik yang sehat sesuai dengan tugasnya. Tugas kepemimpinan tertentu menuntut sifat kesehatan tertentu pula. Seseorang yang menurut ukuran biasa dinyatakan sehat, namun berkaca mata karena ada masalah kesehatan pada bagian mata maka tidak dapat menjadi pemimpin dalam bidang kedirgantaraan.


2. Berpengetahuan luas.

 Berpengetahuan luas tidak selalu dapat diidentikkan dengan berpendidikan tinggi. Ada sekelompok orang yang meskipun pendidikannya tinggi, pandangannya masih sempit, yaitu terbatas kepada bidang keahliannya saja. Sebaliknya banyak orang yang tidak berpendidikan tinggi, akan tetapi karena pengalamannya dan kemauan keras untuk self - development memiliki pengetahuan yang luas dalam banyak hal. 

3: Mempunyai keyakinan bahwa organisasi maupun perusahaan akan berhasil mencapai tujuan yang telah ditentukan melalui kepemimpinannya. Kepercayaan pada diri sendiri merupakan modal yang sangat besar dan penting artinya bagi seorang pemimpin. Tanpa keyakinan seperti ini, tentu dia akan sering kelihatan ragu - ragu dalam tindakannya. 


4. Mengetahui dengan jelas sifat, situasi dan pandangan pada tujuan.

Pada umumnya semakin besar suatu organisasi, semakin rumit pula sifat dan ruang lingkup tujuan yang hendak dicapai, dan semakin kompleks pula kegiatan - kegiatan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu. 


5. Memiliki stamina atau daya kerja dan semangat kerja yang tinggi.

 Pekerjaan pemimpin pada dasarnya adalah pekerjaan mental yang tidak mulai pada waktu seseorang tiba di ruang kerjanya di pagi hari, dan dapat dihentikan pada waktu pemimpin itu mau pulang ke rumahnya pada waktunya pulang. Di samping stamina bekerja itu sangat diperlukan, juga karena frustrasi yang dihadapi oleh seseorang yang menjadi pelaksana biasa pada umumnya lebih kecil jika dibandingkan dengan frustrasi yang dihadapi oleh seorang yang menduduki jabatan pimpinan. Dapat ditambahkan, semakin tinggi kedudukan seseorang akan semakin berat tugas dan tanggung jawab yang harus dihadapi dalam melaksanakan peranannya sebagai seorang pemimpin.


6. Gemar dan cepat mengambil keputusan. 

Karena tugas terpenting dari seorang pemimpin adalah untuk mengambil keputusan yang harus dilaksanakan oleh orang lain, maka dia harus mempunyai keberanian mengambil keputusan dengan tepat, terutama dalam keadaan darurat yang tidak dapat menunggu. Penundaan dalam pengambilan keputusan pada hakekatnya merupakan suatu kelemahan yang tidak boleh dimiliki oleh seorang pemimpin yang baik. 



7. Obyektif.

Dalam arti dapat menguasai emosi, dan lebih banyak mempergunakan rasio. Seorang pemimpin yang emosional akan kehilangan obyektivitasnya karena tindakannya tidak didasarkan lagi pada akal sehat, akan tetapi lebih sering didasarkan atas pertimbangan personal suka dan tidak suka,, baik terhadap seseorang, maupun terhadap penggunaan alat - alat yang diperlukan. 


8. Adil dalam memperlakukan bawahan

Yang dimaksud dengan keadilan disini ialah kemampuan memperlakukan bawahan atas dasar kapasitas kerja bawahan, terlepas dari pandangan-pandangan kedaerahan, kesukuan, kepartaian, ikatan keluarga, dan sebagainya. Juga keadilan disini berarti kesanggupan untuk mengenal dan mengkonpensasikan pelaksanaan tugas yang baik oleh bawahan dan kemampuan memberikan koreksi dan bimbingan kepada bawahan yang kurang cakap. Seorang pemimpin yang menggerakkan bawahannya sering bersifat punitive atau tindakan menghukum tidak dapat dikatakan sebagai seorang pemimpin yang baik. 


9. Menguasai prinsip-prinsip human relations. Karena human relations adalah inti kepemimpinan, maka seorang pemimpin yang baik harus dapat memusatkan perhatian, tindakan, dan kebijaksanaannya, kepada pembinaan team work yang intim dan harmonis. Hal ini berarti kemampuan untuk membedakan manusia dengan alat-alat produksi lainnya. 


10. Menguasai teknik-teknik berkomunikasi. Berkomunikasi dengan pihak lain, bawahan, sesama atasan, dan pihak luar baik tertulis maupun secara lisan sangat penting, karena melalui saluran-saluran komunikasilah instruksi, nasehat, saran, ide, berita, 

informasi, dan bimbingan dapat disampaikan. Menguasai teknik-teknik berkomunikasi sekaligus berarti pula penguasaan terhadap bahasa yang biasa dipergunakan didalam organisasi. 


11. Mampu bertindak sebagai penasehat, guru, dan kepala terhadap bawahannya tergantung situasi dan masalah , yang dihadapi. Dalam hubungan ini harus diperhatikan pula sifat-sifat bawahan yang dihadapi itu.


12. Mempunyai gambaran yang menyeluruh fentang semua aspek organisasi. Seorang pemimpin yang baik tidak boleh menganak-emaskan suatu bagian dalam organisasi, dan menganak-tirikan bagian yang lain. 

LUTHER ISAIAH HUTABARAT I am an religion expert who once worked at Kristen Punya

Belum ada Komentar untuk "12 Syarat Menjadi Seorang Pemimpin"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel