Membangun Optimistik Dalam Membangun Negeri

Membangun Optimistik Dalam Membangun Negeri




Di Bangalore, sebuah kota di negara India, seekor gajah besar diikat di sebuah tiang kecil yang sebenarnya tiang tersebut tidak kuat dipancang pemiliknya, yang mudah dicabut dengan sekali hentakan, hanya dengan bermodal tenaga dua orang dewasa tiang pancang tersebut bisa tercabut. Mengapa gajah ini tidak melakukan hal itu? Karena sejak kecil ia berulang kali mencoba dan gagal. Trauma ini ia bawa sampai dewasa sehingga ketika sudah kuat dan besar, ia tidak punya nyali untuk mencoba lagi. Sama seperti gajah yang di India tadi, banyak antara kita memiliki mentalitas pecundang dalam hati kita dalam memandang Indonesia. Kita mengetahui anggapan orang luar bahwa Indonesia miskin, mudah dibungkam dengan uang, bangsa pengemis, tidak punya harga diri dan kehormatan sehingga Malaysia dengan berani Menginjak-injak harga diri kita dengan membiarkan para TKI disiksa dan wilayah laut kita dilanggar, bangsa yang bodoh dan jauh tertinggal dibanding Singapura, Provinsi Timor Timur dilepas begitu saja dengan membiarkan memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ). Sampai kapan kita membiarkan hal - hal negatif itu tinggal dalam pikiran kita? 
Memang benar kekuatan militer kita lemah, masih sekitar 5.076.000 penduduk kita memiliki penghasilan yang kurang dari 2 dollar per hari, setiap tahun kekayaan kita dicuri negara asing, masih ada 9,75 persen pengangguran bahwa berpotensi meningkat setelah wabah Covid 19 mereda di negara kita, negara kita juga adalah negara yang cukup tinggi tingkat korupsinya. Siapa yang bisa mengubah wajah Indonesia? Tentu jawabannya adalah saya, anda serta seluruh rakyat Indonesia, kalau bukan kita, siapa lagi?? Kenyataan berbicara bahwa tidak ada negeri seindah Indonesia. Pulau Bali adalah salah satu saksi betapa negara kita kaya akan keindahan alam yang menarik ribuan turis asing. Cuaca di Indonesia sangat bagus sehingga apa pun yang ditanam bisa tumbuh subur. Kekayaan alam kita pun tidak terhitung banyaknya, entah itu di laut, darat, gunung, hutan, sungai atau dasar lautan. Kehebatan negeri kita mendapat
julukan Zamrud Khatulistiwa karena begitu baiknya Tuhan memberkati Indonesia.

Lalu, bagaimana membangun Indonesia? Jangan malu bekerja keras, hidup jujur, berpolitiklah dengan etis. Sebagai orang Kristen, mari kita menjadi pengusaha dan karyawan yang jujur di mana pun Tuhan menempatkan kita. Tunjukkan kepada dunia bahwa kita bangsa yang kuat, bangsa yang cerdas yang bisa menghasilkan juara - juara olimpiade Fisika dan olahraga. Tunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa bangkit dan sejajar dengan bangsa-bangsa maju. 

Anda dan saya bisa mengubah Indonesia menjadi negara maju. 

LUTHER ISAIAH HUTABARAT I am an religion expert who once worked at Kristen Punya

Belum ada Komentar untuk "Membangun Optimistik Dalam Membangun Negeri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel