Jawaban Atas Setiap Doa
Doa merupakan alat komunikasi manusia untuk berinteraksi dengan TUHAN. Manusia berkomunikasi kepadaNya dengan doa dan TUHAN berkomunikasi kepada umatNya dengan FirmanNya.
Tanpa doa hubungan antara manusia dengan TUHAN akan kering. Tidak cukup bagi kita hanya mempercayai TUHAN dan tidak pernah berinteraksi denganNya secara langsung. Kita harus mengadakan dialog dengan TUHAN melalui doa.
Melalui doa kita mengutarakan isi hati kita kepada TUHAN secara langsung, sebab TUHAN telah mengutarakan isi hati / pikiranNya kepada kita melalui Firman / Alkitab. Semua maksud dan rencana TUHAN kepada manusia telah dijelaskanNya kepada kita di dalam Alkitab.
Kita berdoa untuk mengucap syukur kepada TUHAN. Bersyukur atas segala perbuatan yang baik, atas segala ciptaanNya, atas kasihNya yang besar dan segala sesuatu apapun yang lainnya yang patut kita syukuri. Namun barus kita ingat, bahwa doa akan kurang efektif apabila hanya untuk bersyukur saja. Doa adalah juga alat untuk memohon atau meminta sesuatu secara berterus terang tanpa berbelat belit menyampaikan permohonan kepada TUHAN. Dalam doa, kita tidak harus menggunakan bahasa diplomat untuk meminta, tapi langsung, bebas dan jelas. Sebab TUHAN juga mengungkapkan maksudNya dengan langsung, bebas dan jelas kepada umatNya melalui Alkitab.
Sebagaimana kita sebutkan tadi bahwa ada doa pengucapan syukur atau doa persekutuan dengan Tuhan (fellowship). Tetapi yang kristenpunya kali ini membahas lebih kepada jenis doa permohonan. Kita semua umat Kristen diajarkan TUHAN Yesus agar berdoa tidak dengan bertele - tele, yang ujung pangkalnya sulit diketahui mengarah kemana, doa bukan sekedar basa-basi, harus ada keseriusan di dalam berdoa. Allah yang tidak kita lihat pasti mendengarkan doa yang panjatkan. Kita berdoa bukan hanya sekedar berdoa, kita harus tahu apa yang sedang kita doakan.
Ada orang yang berdoa sampai lebih dari sepuluh menit, namun sebenarnya mereka tidak tahu apa yang sedang dia doakan. Sebelum berdoa, pastikan terlebih dahulu diawali dengan kata - kata pengucapan syukur, baru selanjutnya menyampaikan suatu permohonan kepada TUHAN.
Apa yang kita doakan itu adalah sesuatu yang telah dijanjikan oleh TUHAN di dalam FirmanNya. Dapat dikatakan bahwa sia - sialah doa yang dipanjatkan apabila permohonan kita itu tidak pernah dijanjikan oleh TUHAN kepada kita untuk diberikan. Dengan kata lain bahwa doa kita harus sesuai dengan kehendak Allah. Apabila Firman TUHAN tidak menjanjikan apa yang kita doakan, kita tidak perlu mendoakannya. Melalui pengertian akan Firman TUHAN (Alkitab) lah kita dapat mengetahui apa-apa saja yang menjadi kehendak Allah bagi kita. Dan apabila itu memang kehendak Allah kita tidak perlu ragu untuk mendoakannya. Ingatlah saat TUHAN Yesus berdoa di taman Getsemane ” Ya Bapa, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaku, tetapi janganlah seperti yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki ” (Matius 26 : 39). Kehendak Tuhan adalah mutlak agar doa kita dapat dikabulkan, TUHAN menjanjikan banyak hal kepada kita untuk diberikan ( semuanya ada di dalam Kitab Suci ), dan kalau Dia telah menjanjikan, TUHAN sendiri akan memberikannya.
Alkitab berkata " Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa la mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya ( 1 Yohannes 5 :14 )
Berdoa di luar konteks Firman TUHAN adalah berdoa di luar iman kita. Iman itu sendiri timbul karena pendengaran dan pendengaran itu adalah dari Firman TUHAN ( Roma 10 : 17 ). Kita tidak mungkin menjangkau sesuatu dari TUHAN di luar iman. Berdoa bukanlah untuk sekedar memuaskan keinginan kita. apalagi kalau keinginan tersebut tidaklah sesuai dengan kehendak TUHAN.
Suatu kali TUHAN Yesus dan murid-muridNya sedang menuju Yerusalem, di tengah perjalanan mereka harus melalui Samaria, namun orang-orang Samaria tidak mau menerima TUHAN Yesus. Hal ini membuat murid - murid TUHAN, Yohanes dan Yakobus tidak senang hati. Mereka berkata kepada Yesus : TUHAN, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”. Akan tetapi TUHAN berpaling dan menegor mereka. ( Lukas 9: 53 - 55).
Berdoa agar seseorang itu mati dibakar api, sebagaimana permohonan Yakobus dan Yohannes, bukantah permohonan yang termasuk dalam janji TUHAN, dan sudah dipastikan TUHAN Yesus bahwa permintaan mereka tidak dikabulkan. Doa semacam itu adalah di luar konteks Kitab Suci.
Kita berdoa agar dosa kita diampuni, dan TUHAN mengampuni sebab TUHAN menjanjikan pengampunan kepada kitaa (1 Yohannes 2 : 1-2 ). Kita berdoa agar penyakit kita disembuhkan, TUHAN akan menyembuhkan sesuai dengan iman kita. Kitab Suci mengajarkan cara berdoa bagi orang yang sakit ( Yakobus 5 : 13-16 ). Kita berdoa agar TUHAN memberikan rezeki materi maupun rohani kepada kita, dan memang Kitab Suci menjanjikan yang demikian. Kita dapat mendoakan apa saja kepada TUHAN yang dijanjikanNya dalam FirmanNya.
Beberapa Faktor Yang Penting Dalam Doa
Percaya bahwa apa yang kita mohon, telah diterima, walaupun belum terwujud (Markus 11 : 24 ) “Karena itu Aku berkata kepadamu : apa saja vang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka akan diberikan kepadamu”.
Ini memang agak sukar, tetapi itulah iman, kita harus percaya bahwa apa yang kita mohon/doakan telah kita terima, walaupun kita belum melihatnya, belum menyentuhnya, belum merasakannya, barulah permohonan itu akan dikabulkan. Mempercayai yang sudah diterima atau sudah dilihat, pada hakekatnya bukanlah iman. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11: 1).
Menunggu di kaki TUHAN. Itulah sikap yang baik. Mungkin banyak halangan dan itu memerlukan pergumulan. Apabila kita sering bergumul untuk mempertahankan hak kita dalam perkara-perkara alamiah. Hal yang sama berlaku dalam perkara - perkara spritual.
Kita berdoa di dalam Nama Yesus. Aku berkata kepadamu : ”Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikanNya kepadamu dalam NamaKu” (Yohanes 16:23).
Yesus adalah mediator antara manusia dengan Allah dan segala doa yang kita panjatkan harus beralaskan atas NamaNya.
Apabila kita berdoa bersama-sama ( lebih dari satu orang ) maka pertama sekali yang harus disepakati adalah tentang apa yang akan kita doakan itu. Jika dua atau tiga orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapaku yang di sorga ( Matius 18 : 19 ). Kesepakatan adalah satu kekuatan yang luar biasa di dalam doa. Ini salah satu rahasia mengapa Allah mengabulkan doa kita.
Berdoa di dalam Roh dengan permohonan yang tidak ada putus-putusnya. Ini membuat kita menjadi kuat dan tumbuh di dalam Iman ( Efesus 6: 18)
Jangan berdoa seperti orang munafik. Berdoa dengan cara ini tidaklah berkenan di hadapan Allah. Berdoa supaya dipuji atau dilihat orang lain, dengan mencoba mengatur kata-kata dan bertele-tele ini harus dihindarkan (Matius 6 : 5-8 ).Hidup dalam Firman TUHAN akan membuat doa kita menjadi efektif. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku, dan FirmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya (Yohanes 15 : 7).
Belum ada Komentar untuk "Jawaban Atas Setiap Doa"
Posting Komentar